Dihajar Chelsea di Final Liga Europa, Ini 3 Dosa Besar yang Dilakukan Arsenal

Arsenal dipastikan harus mengakhiri musim 2018/19 tanpa meraih satu gelar pun alias puasa gelar. Karena di laga final Liga Europa yang berlangsung Kamis (30/05) dini hari WIB di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, Arsenal harus menanggung malu setelah dikalahkan Chelsea dengan skor telak 4-1. Pada pertandingan itu empat gol Chelsea masing-masing dicetak oleh Olivier Giroud (49’), Pedro (60’), dan dwi gol dari Eden Hazard (65’, 72’). Sementara gol semata wayang Arsenal dicetak oleh Alex Iwobi pada menit ke-69.

Kemenangan ini pun membuat Chelsea dianugrahi gelar juara Liga Europa, sekaligus menjadi yang kedua sepanjang sejarah berdirinya klub. Gelar Liga Europa pertama Chelsea diraih pada musim 2012/13 yang lalu, di mana kala itu mereka mampu mengalahkan Benfica dengan skor tpis 2-1 di partai puncak.

Sementara itu, kekalahan telak yang diderita oleh Arsenal di final Liga Europa ternyata tidak lepas dari 3 dosa besar yang mereka lakukan pada pertandingan tersebut. Ketiga dosa besar itu adalah sebagai berikut.

Dua Sayap Arsenal Mati Gaya

Pada laga dini hari tadi pelatih Arsenal, Unai Emery memutuskan untuk menggunakan formasi 3-4-1-2 dengan hanya menggunakan 3 pemain bertahan. Itu artinya dua bek sayap sedikit didorong lebih maju ke depan untuk membantu serangan, tanpa harus melupakan tugas mereka membantu pertahanan. Dalam kasus ini Ashley Maitland-Niles serta Sead Kolasinac ditempatkan di posisi tersebut. Akan tetapi sangat disayangkan, keduanya gagal bermain sesuai harapan dan mereka pun gagal memberikan dampak nyata pada lini serang Arsenal dengan mengirimkan umpan-umpan yang berbahaya di depan mulut gawang.

Maitland-Niles Menambah Masalah bagi Arsenal

 

Ketika para pemain Arsenal sedang berjuang untuk menyamakan kedudukan, Maitland-Niles membuat kesalahan dengan melanggar Giroud di dalam kotak penalti dengan cara mendorongnya dari belakang. Seharusnya hal itu tidak perlu dilakukan oleh Maitland-Niles, mengingat di lini belakang masih ada Nacho Monreal yang siap menghalau pergerakan Giroud. Wasit yang mengetahui insiden tersebut tanpa ragu menunjuk titik putih, dan Hazard dengan sempurna menjalankan tugasnya. Untuk kamu yang ingin mendapat keuntungan besar dari casino atau sbobet, bisa langsung daftar di Registersbobet.biz.

Aubameyang-Ozil -Lacazette Mandul

Pada laga tersebut trio penyerang Arsenal, Alexandre Lacazette, Pierre-Emerick Aubameyang, dan Mesut Ozil tampil buruk. Sepanjang 90 menit pertandingan Lacazette tercatat hanya mampu melepaskan 3 tembakan dan hanya 1 tembakan yang tepat mengarah ke sasaran. Sementara statistik mencatat bahwa Aubameyang yang juga bermain penuh gagal melepaskan satu tembakan yang mengarah tepat ke sasaran dari empat kali percobaan yang dia lakukan. Sementara Ozil bisa dibilang kurang kreatif dalam mengalirkan umpan-umpan ke depan, sehingga dirinya harus ditarik keluar pada menit ke-77.

Karena Ini Brasil Terancam Kehilangan Neymar di Copa America 2019

Copa America akan kembali digelar tahun 2019 dan yang terpilih sebagai tuan rumah adalah Brasil. Menurut rencana Copa America 2019 akan mulai digelar pada 14 Juni hingga 7 Juli mendatang. Ada yang unik pada gelaran Copa America 2019, di mana ada dua negara asal Asia, yakni Jepang dan Qatar yang juga ikut berpartisipasi. Keduanya mengikuti Copa America 2019 atas undangan dari CONMEBOL yang tidak lain adalah federasi sepak bola Amerika Selatan.

Bicara soal Copa America 2019 memang tidak akan lengkap jika tidak membahas mengenai Brasil. Dengan kekuatan yang mereka miliki ditambah dengan status tuan rumah yang mereka sandang, tentu saja Brasil akan menjadi favorit juara pada gelaran Copa America 2019. Brasil sendiri akan bergabung di Grup A bersama dengan Argentina dan Uruguay.

Brasil Terancam Kehilangan Neymar

Namun sungguh sangat disayangkan, pada Copa America 2019 ini Timnas Brasil berpeluang tidak akan diperkuat oleh salah satu pemain terbaik dunia, Neymar. Karena pemain milik PSG itu dikabarkan baru saja mengalami cedera lutut kiri ketika menjalani sesi latihan bersama tim Samba di Granja Comary Sports Complex, Teresopolis, Brasil, pada Selasa (28/5/19).

Kala itu Neymar yang tengah melakukan uji tendangan langsung terjatuh dan memegangi lutut kirinya. Pemain termahal dunia itu sempat mencoba bertahan dengan melanjutkan sesi latihan, meskipun pada akhirnya dia harus menyerah dan ditarik keluar lapangan latihan oleh tim medis.

Neymar Belum Lepas dari Kutukan

Jika Neymar harus absen di Copa America 2019, tentu saja ini menjadi sebuah kerugian besar untuk Timnas Brasil. Neymar sendiri juga seakan belum lepas dari kutukan, di mana dirinya sering kali menderita cedera ketika akan menjalani pertandingan penting bersama Timnas Brasil.

Pada Piala Dunia 2014 yang lalu Neymar juga harus absen membela Timnas Brasil setelah menderita cedera punggung akibat benturan dengan pemain Kolombia, Juan Camilo Zuniga di babak perempat-final. Meskipun kala itu Brasil sukses melaju ke babak semi-final, namun mereka harus menanggung malu karena dibantai oleh Timnas Jerman dengan skor 7-1. Nah, dari pada kamu mengalami nasib yang mengenaskan seperti Brasil ketika bermain Sbobet, langsung saja daftarkan dirimu di Registersbobet.biz.

4 Wonderkid yang Bisa Jadi Rebutan Klub Elit di Bursa Transfer Musim Panas 2019

Kompetisi musim 2018/19 di Eropa sudah mulai berakhir dan telah melahirkan para juara. Seiring dengan berakhirnya kompetisi, muncul juga nama-nama yang mendadak menjadi buah bibir berkat penampilan apiknya di sepanjang musim. Bukan hanya soal pemain senior, pemain muda seakan tidak mau ketinggalan untuk unjuk gigi di kompetisi musim 2018/19. Bahkan di Ajax Amsterdam ada seorang pemain muda berusia 19 tahun yang telah ditunjuk untuk menjadi kapten tim, yakni Matthijs de Ligt. Selain memiliki jiwa kepemimpinan, De Ligt juga memiliki skill di atas rata-rata sebagai seorang pemain bertahan. Jadi bukan hal yang mengherankan jika De Ligt menjadi incaran banyak klub elit Eropa.

Selain De Ligt, masih ada 3 pemain muda atau wonderkid lainnya yang diprediksi bakal menjadi rebutan banyak klub elit Eropa. Karena memang para pemain muda ini berhasil menunjukkan kemampuan yang luar biasa di usia mereka yang bisa dibilang masih sangat belia.

Joao Felix

Nama pertama adalah Joao Felix, pemain berusia 19 tahun yang telah menjadi salah satu bagian terpenting atas keberhasilan Benfica menjadi juara Liga Portugal musim 2018/19. Mendapat 26 kali kesempatan bermain, Felix mampu menunjukkan kapasitasnya dengan mencetak 15 gol serta menyumbang 9 assists. Selain itu, Felix juga tercatat sebagai pencetak hat-trick termuda di Liga Europa yang ia catat ketika mengantarkan Benfica mengalahkan Eintracht Frankfurt dengan skor 4-2 pada laga leg pertama perempat-final Liga Europa di Estadio Da Luz, Portugal, 12 April yang lalu. Kemampuannya itu lah yang kemudian membuat beberapa klub ternama seperti Real Madrid, Manchester United, Manchester City, bahkan Juventus tertarik untuk memboyongnya.

Kai Havertz

Kai Havertz juga berhasil menunjukkan penampilan yang mengesankan bersama Bayer Leverkusen. Di usia 19 tahun Havertz sudah mampu mencetak 20 gol dan menyumbang 6 assists di semua kompetisi. Ia juga sudah dipanggil untuk memperkuat Timnas Jerman senior. Maka dari itu, klub-klub seperti Real Madrid, Bayern Munchen, Manchester City berebut untuk mendapatkan tanda tangannya.

Nicolo Zaniolo

Kemampuan Nicolo Zaniolo awalnya memang tidak diperhitungkan, mengingat kepindahannya ke AS Roma hanya sebagai pelicin jalan transfer Radja Nianggolan ke Giuseppe Meazza. Namun AS Roma tidak menyia-nyiakan bakatnya dengan memberinya lebih banyak kesempatan bermain. Hasilnya pemain 19 tahun itu mampu tampil apik dengan mencetak 4 gol dan menyumbang 2 assists dari 27 penampilannya di Serie A bersama AS Roma. Kini Zaniolo diklaim tengah menjadi incaran Juventus, Arsenal, serta Real Madrid. Bagi kamu yang ingin bermain sbobet langsung saja klik Registersbobet.biz dan langsung dapatkan keuntungannya.

Jungkalkan Barcelona, Valencia Pastikan Gelar Copa del Rey 2018/19

Barcelona dipastikan gagal mengawinkan gelar domestik setelah mereka dikalahkan Valencia di final Copa del Rey yang berlangsung di Benito Villamarain markas dari Real Betis pada Minggu (26/05) dini hari WIB. Ini menjadi kegagalan yang sangat menyakitkan bagi Barcelona, setelah mereka tampil perkasa di kompetisi La Liga.

Barcelona Tampil Mendominasi

Selain itu, pada laga dini hari tadi Barcelona juga tampil lebih mendominasi dari Valencia. Hal itu bisa dilihat dari statistik pertandingan, yang di mana Barcelona mampu mencatat 78 persen penguasaan bola dibanding 22 persen penguasaan bola milik Valencia. Dari tembakan ke arah gawang pun demikian, anak asuh Ernesto Valverde itu pun mampu mencatat 26 tembakan dan 6 di antaranya tepat sasaran. Kemudian di sisi Valencia mereka hanya mampu mencatat 9 tembakan ke arah gawang dan 4 di antaranya mampu menemui sasaran. Soal akurasi umpan juga demikian, di mana Barcelona mencatat 91 persen dibanding dengan Valencia yang hanya mencatat 69 persen.

Barcelona Sudah Tertinggal 0-2 di Babak Pertama

Meskipun mendominasi, namun Barcelona justru harus kecolongan dua gol hanya di babak pertama. Gol pembuka Valencia dicetak oleh Kevin Gameiro pada menit ke-21, memanfatakan umpan matang dari Jose Gaya. Valencia yang pada laga tersebut hanya mengandalkan serangan balik kembali mampu mencetak gol dan menggandakan skor setelah Rodrigo mampu mencetak gol pada menit ke-33 memanfaatkan umpan Carlos Soler. Skor 0-2 untuk keunggulan Valencia menutup paruh pertama.

Barcelona Tampil Lebih Menyerang di Babak Kedua

Tertinggal 2 gol membuat Barcelona tampil lebih menyerang pada babak yang kedua. Meskipun demikian mereka masih terlihat sangat kesulitan untuk menembus ketatnya lini pertahanan Valencia, dan mereka pun lebih banyak memainkan sepak bola di lini tengah. Kebuntuan Barcelona akhirnya pecah pada menit ke-73 setelah sang mega bintang, Lionel Messi mampu mencetak gol. Pemain asal Argentina itu memanfaatkan bola ribon hasil tepisan kiper Valencia, Jaume Doménech. Namun tidak ada lagi gol yang tercipta dan laga berakhir 1-2 untuk keunggulan Valencia.

Ini menjadi gelar Copa del Rey yang ke-8 bagi Valencia. Sementara Barcelona sampai saat ini masih menjadi penguasa Copa del Rey dengan koleksi 30 gelar juara. Bagi kamu yang ingin mengetahui informasi lengkap mengenai casino dan sepak bola, langsung saja klik Viagracht.com.

Bikin Tegang! Ini 4 Epic Comeback Terbaik dalam Sejarah Sepakbola

Tidak ada yang mampu menentang takdir bahkan tim sepak bola besar sekalipun. Meskipun diawal pertandingan menggungguli lawan dengan permainan apik, jika dewi fortuna memihak pada lawan apapun bisa terjadi.Termasuk pada permainan judi bola yang memang sulit diprediksi. Namun bagi Anda yang ingin selalu belajar dan meraih keuntungan, silahkan mendaftar di link homepage ini.

Sama halnya dengan tim sepak bola besar yang sudah malang-melintang di dunia persepakbolaan dunia. Tim tersebut memiliki pemain yang skilnya tidak usah diragunkan lagi. Dikesempatan kali ini kalian akan disuguhi dengan beberapa tim sepak bola papan atas yang menunjukkan bahwa keajaiban itu sangat nyata.

 

Bikin Tegang! Ini 4 Epic Comeback Terbaik dalam Sejarah Sepakbola

Bayern Muenchen vs Manchester United

Mundur ke-20 tahun lalu saat Manchester United bertemu dengan Bayern Muenchen. Bayern Muenchen mampu mengungguli Manchester United satu angka.

 

Namun di menit 89 menuju pertandingan berakhir, Manchester berhasil membalik keadaan. 2 gol terakhir dipersembahkan untuk memenangi pertandingan Liga Inggris di tahun 1999.

 

liverpool vs AC Milan

Liverpool terlihat kualahan menghadapi serangan AC Milan dengan 3 gol diawal pada tahun 2005. AC Milan berhasil menggempur habis-habisan Liverpool di babak pertama.

3 gol yang dihasilkan AC Milan di awal pertandingan mampu disaingi oleh Liverpool. Poin berimbang bahkan di 9 menit petandingan babak kedua. Tak berhenti sampai disitu, Liverpool menang melalui gol pinalti. Dan sudah bisa dipastikan bahwa Liverpool menjadi juara Liga Champions di tahun 2005.

 

Deportivo La Coruna vs AC Milan

AC Milan menang 4 poin di leg pertama saat merebutkan posisi di final Liga Champions. Namun di leg ke dua Deportivo La Coruna tak mau lagi berbaik hati dengan membobol gawang AC Milan. Tak tanggung-tanggung, 4 gol dicetak tanpa ampun untuk mengalahkan AC Milan tanpa gol satupun.

 

Partzan Belgrade vs Queen Park Rangers

Di babak pertama Queen Park Rangers mampu mencetak 6 gol atas Partzan Belgrade yang hanya mampu mencetak 6 gol. Sedangkan di babak ke-2 Partzan Belgrade mengungguli 4 gol atas Queen Park Rangers

Baca juga: Valverde Wajib Didepak Dari Barcelona dengan 3 Alasan Ini

Cara Memasang Taruhan Maxbet Lewat Smartphone

Ketika Anda membuka situs judi online, mungkin Anda akan merasa bahwa tampilannya cukup membingunkan. Hal ini mungkin tidak akan terjadi bagi Anda yang sudah terbiasa, namun bagi pemula memang wajar jika mengeluh.

Untuk itu apabila Anda masih belum terbiasa dengan tampilan komputer, Anda bisa mengakses situs judi ini melalui smartphone. Bahkan lewat smartphone Anda juga bisa mendaftar atau membuka link alternatif maxbet ini. Jadi tidak ada lagi alasan kalah taruhan atau tidak bisa bermain karena sekarang Anda bisa memasang taruhan dimanapun dan kapanpun.

 

Cara Memasang Taruhan Maxbet Lewat Smartphone

Panduan Bermain Judi Maxbet Lewat Smartphone

Jika Anda sudah memiliki akun di situs ini, maka Anda cukup login melalui smartphone. Setelah itu Anda bisa melihat daftar pertandingan yang sedang berlangsung saat ini. Setelah itu jika Anda ingin bermain, silahkan sesuaikan dengan keinginan. Anda bisa memilih ‘Asian Handicap’, atau ‘Judi 1X2’.

Setelah memutuskan jenis yang ingin dipilih, Anda bisa memasang angka taruhan sesuai dengan odds yang tersedia. Namun sebelumnya pastikan Anda tidak menekan tombol ‘Bet’ jika Anda kurang yakin dengan angka taruhan atau pertandingan yang ada.

Tetapi jika Anda sudah cukup yakin, silahkan pencet ‘Bet’ dan Anda pun sudah resmi bertaruh. Setelah itu Anda cukup menunggu hasil pertandingan. Jika menang, Anda juga bisa langsung mencairkan dana keuntungan lewat transfer.

Pastinya semua ini sangat mudah walau dilakukan lewat smartphone. Sehingga situs ini benar-benar mudah untuk diakses, bahkan oleh pemula yang belum pernah main sekalipun.

 

Tips Memilih Agen Bola yang Terpercaya bagi Pemula

Ketika Anda memutuskan untuk bergabung dengan agen bola online, maka Anda harus mengetahui bagaimana prosedur di dalamnya. Untuk itu sebaiknya Anda hanya bergabung dengan yang sudah terpercaya dan diakui oleh Maxbet.

Karena sejauh ini tidak banyak agen bola yang mendapat sertifikat resmi dari maxbet sebagai agen terpercaya. Dan 988bet adalah salah satu situs judi di Indonesia yang sudah bekerjasama langsung dengan maxbet sebagai agen resmi.

Jadi, silahkan lakukan pendaftaran melalui link di atas karena hanya 988bet yang berani jamin keuntungan Anda di dunia judi online.

Baca juga: Alasan Mengapa Para Pemain Top Menolak Manchester United

Alasan Mengapa Para Pemain Top Menolak Manchester United

Jika mendengar kata Liga Inggris, mungkin mayoritas dari kita akan langsung teringat dengan Manchester United (MU). Ya, wajar saja, dulunya Manchester United adalah tim terkuat di Inggris, setidaknya ini sempat terjadi pada masa tangan dingin Alex Ferguson.

Namun, sekarang Manchester United seolah menjadi klub yang mudah dikalahkan. Bahkan dalam beberapa kesempatan, tim Setan Merah kerap kali kecolongan poin dari tim kecil. Hal ini pula yang yang membuat MU semakin jarang dijagokan di pasar taruhan dunia. Bahkan di situs poker terpercaya ini, nama Setan Merah juga mulai jarang dijagokan.

Performa buruk sang Setan Merah juga dinilai membuat banyak pemain top dunia yang enggan bergabung dengan tim ini. Setidaknya ada beberapa fakta yang menjadi alasan mengapa Manchester United bukan lagi tim favorit bagi pemain top. Dan inilah ulasan lengkapnya:

 

Alasan Mengapa Para Pemain Top Menolak Manchester United

Gagal Lolos Liga Champion Musim Depan

Salah satu kesalahan fatal dari Manchester United adalah gagalnya mereka untuk masuk ke Liga Champion di musim depan. Sebagai salah satu liga sepakbola paling bergengsi di dunia, bisa dikatakan jika Liga Champion adalah pembuktian bagi para tim hebat.

Namun Olle Gunnar dan anak asuhnya sudah terbukti gagal dalam memperebutkan tempat di Liga Champion. Sehingga wajar jika para pemain top dunia enggan melirik Setan Merah sebagai tempat berlabuh.

 

Para Pemain yang Saling Menyalahkan

Sudah bukan rahasia lagi jika para pemain MU bertingkah seperti anak-anak yang kalah dalam pertandingan bola. Ya, berbagai media di Inggris santer mengabarkan bahwa para pemain saling meyalahkan satu sama lain.

Hal ini tentu semakin memanaskan suasana dan membuat lini internal Setan Merah kacau. Bahkan beberapa pemain inti juga digosipkan akan hengkang karena tidak memiliki masa depan yang jelas bersama Mu.

 

Tertinggal Sangat Jauh

Dilansir dari Sky Sports, dijelaskan bahwa posisi MU saat ini sangat tertinggal jauh jika dibandingkan dengan tim besar lainnya. Sebut saja Liverpool yang gemilang dengan performanya di Liga Champion. Bahkan Tottenham sang raja papan tengah pun berhasil menembus final Liga Champion.

 

Dan inilah ulasan yang bisa kami bagikan seputar alasan mengapa tidak ada pemain yang mau berlabuh ke Manchester United.

Baca juga: Cara Memasang Taruhan Maxbet Lewat Smartphone

4 Fakta Unik Pasca Kemenangan Dramatis Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur akhirnya menjadi tim ke-8 dari Inggris yang berhasil menginjakkan kakinya di final Liga Champion. Usai mengalahkan Ajax Amsterdam dengan kemenangan dramatis, Tottenham mantap melenggang ke fase final.

Keberhasilan Tottenham masuk ke fase final ini rupanya juga meninggalkan beberapa fakta menarik. Dan inilah beberapa fakta yang perlu Anda ketahui pasca kemenangan The Spurs atas Ajax Amsterdam,

 

4 Fakta Unik Pasca Kemenangan Dramatis Tottenham Hotspur

Final Liga Champion yang Pertama bagi The Spurs

Rupanya publik Inggris patut berbangga karena kali ini ada satu klub yang kembali mencatatkan namanya di fase final. Dan sejauh ini, bisa dikatakan jika fase final Liga Champion menjadi karir tertinggi bagi Tottenham.

Ya, ini adalah final Liga Champion pertama mereka. Sehingga banyak fans yang menjagokan Tottenham untuk keluar sebagai juaranya.

 

Pertandingan Final dari Dua Raja Comeback

Kemenangan Tottenham atas Ajax Amsterdam adalah sebuah bentuk comeback yang sangat epic. Bayangkan saja, mereka sebelumnya tertinggal 2 angka hingga akhirnya Lucas Moura berhasil menyarangkan Hat-trick ke gawang Ajax.

Begitupula dengan Liverpool yang akan melawan Tottenham di laga final nanti. Mereka juga sempat terseok-seok di leg pertama semi final hingga akhirnya berhasil menggulung Barcelona dengan skor telak.

 

Ajax yang Selalu Kalah di Kandang

Sedangkan fakta yang cukup menyedihkan adalah, Ajax Amsterdam yang selalu kalah di kandang dalam liga Champion sejak 1996. Pastinya laga kemarin menjadi bukti bahwa dalam sepakbola kita harus teliti.

Terlebih untuk para master bettor yang memasang angka taruhan tinggi. Untuk itu pastikan Anda hanya memasang taruhan di situs judi online dan poker yang terpercaya.

 

Melambungnya Nama Lucas Moura

Jika tidak ada Lucas Moura, entah seperti apa nasib Tottenham. Itulah ungkapan yang kini santer diberitakan oleh media di Inggris. Karena faktanya Lucas menjadi satu-satunya pemain di Tottenham yang berhasil membobol gawang Ajax dengan 3 gol.

Dan dengan demikian nama Lucas pun semakin melambung. Bukan tidak mungkin jika musim depan Lucas akan diperebutkan oleh klub-klub besar lainnya.

 

Dan itulah beberapa fakta menarik pasca kemenangan Tottenham. Mari kita nantikan apa yang akan terjadi di laga final nanti. Untuk Anda yang ingin meraup keuntungan dari final tersebut, silahkan kunjungi link di atas dan pasang taruhan terbaik Anda.

Baca juga: Ini Ciri-Ciri Situs Judi Online Terpercaya di Indonesia